Entah ketika tulisan yang mungkin tak
berharga ini dibaca olehnya , perasaan ini sudah bukan untuknya atau justru ……..
aku pikir hanya dengan tulisan mungkin bisa membuat semuanya jadi lebih mudah.
Entahlah sepertinya sama saja ,bahkan para sahabat ,teman atau yang lainnya tak
jauh berbeda .
Mereka
tak sebenar-benarnya tahu, tak sebenar-benarnya paham atas semuanya . tapi itu
bukanlah masalah. masalah yang cukup mengganggu hingga detik ini yg kian
memuncak , aku terjebak dalam situasi
yang amat rumit ,sangat rumit. padahal semua hanya bermula saat aku menyukai
seseorang , bukankah itu hal biasa , hal yang amat lumrah bagi semua orang .
atau mungkin aku yang terlalu “melebih-lebihkan” semuanya .
Aku
menyayanginya . aku selalu ingin melakukan semua hal yang aku bisa untuknya , karena memang
aku amat sangat menyayanginya , biar dia tak tahu , biar dia tak menyadarinya
aku selalu ingin melakukan segala hal untuknya , asal bersamanya bisa
melihatnya benar-benar amat sangat menyenangkan bagiku .
Tanpa sadar
itulah yang membuatku tersiksa hingga saat ini , apalagi ketika ada orang lain
bersamanya . perih , benar-benar perih , aku hanya bisa diam ,lantas
berpura-pura menutupi semuanya . mungkin
bagi orang lain perasaan cemburu seperti ini wajar tapi bagiku benar amat
menyiksa . Selepasnya aku hanya akan diam. , ya belum juga sembuh dari perasaan
yang hanya bisa ku pendam sendiri, sekarang orang lain itu datang , tau
bagaimana rasanya ? ketika orang lain itu temanmu sendiri yang jelas-jelas tahu
bahwa aku menyukainya. Aku tak pernah menyalahkan orang itu ,jika dia memang
menyukai orang itu dan bukan aku . itu bukanlah kesalahan , jelas bukan .tapi
sekali lagi aku hanya bisa diam, berpura-pura atas penerimaan semuanya , tau
bagian mana yang sulit? berpura-pura menerima semuanya , berpura-pura
menganggap semuanya biasa-biasa saja, berpura-pura menutupi semuanya dan kini aku harus lebih sering melihatnya
dengan orang itu , ya tuhan aku ingin
lari , lari sekencang-kencangnya , lari dari semuanya, disini hingga saat ini
tak ada yang bisa memberikan bahunya untukku tidak juga para sahabatku, karena
aku takut mereka hanya akan bilang sikap ku ‘berlebihan’ ,karenanya aku hanya
akan diam tapi rasa sakitnya terus dan terus menyiksa. Sekarang hanya akal
pikiranlah yang membuatku tetap berdiri .
Tuhan
bukankah sudah hampir … tahun perasaan ini ada kenapa tidak engkau hilangkan ,
bukankah dia telah menyukai orang lain dan itu temanku sendiri kenapa engkau
tidak juga menghapuskan perasaan ini . bukankah berkali-kali aku berusaha
mencoba menghilangkan perasaan ini tak kunjung pula engkau hilangkan , justru
kenapa harus sebaliknya perasaan ini
malah semakin memuncak , semakin terasa lebih dalam, setiap harinya justru
semakin merindu padanya, kenapa tuhan ?
sekarang hanya engkau yang lebih tau
pasti bagaimana tersiksanya aku akibat perasaan ini .
#
Terlepas dari semua hal itu, setidaknya aku memperoleh beberapa hal yang amat berharga , sangat berharga............
Karena dia aku tahu betapa menyenangkannya rasanya menyukai seseorang, betapa
menyenangkannya melakukan hal untuk
seseorang yang kusuka, karena dia juga aku tahu bagaimana rasanya sakit hati,
bagaimana cara mengendalikan perasaan dan bagaimana cara melepasakan sesuatu
yang bukan miliku. Terima kasih untuk semua hal yang terjadi
dihidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar